Subscribe:

Labels

Thursday, November 17, 2011

Jaringan WiFi dan WiMax

  Arus Teknologi dan Informasi bergerak capat dari waktu ke waktu ,beberapatahun lalu kita masih ingat bagamana langka dan mahalnya sebuah laptop atau notebook dimana pada waktu itu orang lebih banyak mengerjakan tugas tugas baik itu merupakan tugas kantor ataupun tugas kuliah atau sekolah mereka dengan menggunakan komputer. mereka masih menganggap notebook adalah barang mewah dan mahal mengingat pada era tersebut spesifikasi latop masih di bilang kurang dengan dihargai cukup mahal oleh produsen tapi lihat perkembangan beberapa tahun ke depan ternyata mobilitas adalah sesuatu yang sangat penting hampir semua orang di segala bidang profesi menggunakan notebook sebagai bagian dari hidupnya tidak hanya pekerja di bidang IT yang memeiliki komputer portable tersebut melainkan para mahasiswa ,pekerja kantoran , bahkan sampai wirausaha seperti warnet pun menggunakan komputer portable tersebut.Dahulu seseorang untuk mengikuti arus informasi global begitu sulit tetapi sekarang dengan kemajuan jaman internet beredar luas dari perkembangan awal yang hanya menggunakan dial-up sampai sekarang yang di sebut dengan istilah teknologi nirikable seperti Wi-Fi atau di singkat Wireless Fidelity ,teknologi jariangan nirikable pun berkembang dari yang di sebut 2G lalu 3G setelah itu 3.5G atau biasa di sebut HSDPA bahkan sekarang mulai memasuki era ke empat yang di sebut 4G .




Dalam perkembangan teknologi nirikable tahun tahun belakangan ini mendapat perkembangan yang cukup cepat.Ketika teknologi komunikasi seluler masih memasuki generasi kedua atau 2G, teknologi yang masuk di negeri ini setidaknya ada dua macam, yaitu GSM dan CDMA. GSM yang datang dari Eropa datang lebih dahulu dan menguasai pasar sampai saat ini dibandingkan dengan CDMA yang dari AS.Namun, ketika masuk ke ranah 3G, cikal bakal layanan pita lebar atau Broadband Wireless Access (BWA) kelompok GSM mengadopsi teknologi CDMA dengan teknologi yang mereka namakan WCDMA yang sekarang dikenal dengan nama HSDPA atau yang lebih cepat lagi HSPA. Dengan hadirnya 3G, membanggakan dalam hal komunikasi data, dengan kecepatan 2Mbps saat diam, 384Kbps saat berjalan, dan 128Kbps saat sedang berkendaraan. Hanya saja, masih ada keterbatasan untuk melakukan komunikasi dengan video conference, streaming audio, TV live dsb. Maka kemudian muncul teknologi 3.5G (HSDPA) dengan kecepatan yang bisa mencapai 3.6Mbps.Teknologi Wimax dapat mengcover area sekitar 50km dimana ratusan pengguna akan dishare sinyal dan kanal untuk transmisi data sampai 155 Mbps. Bahkan teknologi WiMax di perkirakan dapat sampai 1GbpsPada aplikasi mobile, user Wimax layaknya menggunakan terminal Wifi seperti: notebook, PDA, dan smartphone. Pemanfaatan Wimax sama dengan pemanfaatan Wifi. Sebuah terminal dapat mendeteksi jaringan Wimax dan Wifi sehingga user akan semakin dimudahkan karena bisa memilih Wimax broadband (untuk jaringan Wimax) atau wireless hotspot (untuk jaringan Wifi/Wireless LAN).




Sebelum masuk ke ranah Wi max mari kita telusuri dahulu apa itu wifi

WiFi


Menurut wikipedia.org “Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari “Wireless Fidelity”, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.”Menurut Wi-Fi Alliance “Salah satu cara untuk mengakses internet, istilah Wi Fi diadaptasi dari istilah HiFi, Wi Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebutan untuk setiap teknologi wireless yang termasuk dalam spesifikasi IEEE 802.11. Wi-Fi Alliance adalah badan yang bertanggung jawab dengan istilah itu dan hubungannya dengan standar teknologi lainnya.”Dari hasil googling:Wi-Fi atau Wireless Fidelity memungkinkanpengguna untuk terkoneksi dengan LAN ataupun internet tanpa menggunakan kabel, dengan kata lain nirkabel. Hal ini amat berguna untuk pengguna laptop, PDA, ataupun perangkat nirkabel lainnya.Untuk menikmati teknologinya pengguna harus berada dekat dengan ‘access point’ yang dipanggil ‘hotspot’ yang meliputi suatu daerah. Radiusnya mencapai jarak antara 91.4 meter hingga 121.9 meter, bergantung kepada halangan seperti dinding bangunan, dan sebagainya. Untuk komunikasi jalur lebar, kecepatan transmisi datanya mencapai 11Mbps, bergantung kepada trafik internet dan jauhnya pengguna dari access point.Accsess point adalah Peralatan LAN yang menghubungkan peralatan nirkabel dengan jaringan LAN. Contoh kasarnya adalah BTS yang buat ngasih sinyal handphone. Untuk WiFi, contohnya adalah Ethernet.
Tempat access point berada. Dapat di sebut hotspot.

Secara teori, jangkauannya atau area cakupan LAN nirkabel jangkauannya mencapai 100m di luar ruangan dan 30 meter jika di dalam ruangan. Untuk yang di dalam ruangan tergantung dari banyaknya ruangan, tebalnya tembok dan lainnnya. Tetapi biasanya cukup untuk memayungi satu rumah.Ada 3 jenis kartu yang bisa kita pakai, dengan banyak variasi di setiap kartunya:


-PCMCIA (PC Card) – Ini adalah kartu untuk laptop yang dimasukkan ke dalam slot yang tersedia. Sebelum membeli kartu jenis ini, pastikan kita membeli kartu yang cocok untuk laptop kita.
-Compact Flash – Merupakan variasi dari PCMCIA, Cuma ukurannya lebih kecil dan digunakan untuk PocketPC.
-PCI – Kartu jaringan untuk computer desktop ini ada 2 jenis. Pertama, satu kartu komplit yang menyediakan semuanya untuk tersambung langsung ke LAN nirkabel. Yang kedua adalah converter yang memungkinkan kartu PCMCIA berkerja di computer desktop. Tetapi tentu saja keduanya membuntuhkan instalasi ke slot PCI kosong di computer kita.
-USB – Ini lah cara termudah untuk terhubung ke LAN nirkabel. Cukup colokkan wireless LAN adapterke lubang USB, dan langsung beres.

Apakah Wi Fi sama dengan Bluetooth?
Tidak. Walaupun teknologi yang digunakan sama, tetapi protokolnya berbeda, teknologi bluetooth menggunakan protokol IEEE 802.15.1, dan Wi Fi berada di bawah spesifikasi 802.11. Jadi, WiFi dengan Bluetooth tidak saling mempengaruhi ataupun berkompetisi. Kecepatan transfer dan area jangkauan Wi Fi dalam transfer data, lebih cepat dan luas dari sistem Ethernet (802.3), sementara Bluetooth cocok untuk perangkat-perangkat kecil seperti PDA, karena daya jangkau dan transfernya lebih kecil.

kelebihan dan kekurangan WiFi
Kelebihan:
Bila dibandingkan dengan dial-up
· Akses secepat broadband
· Nomor IP yang bisa berubah-ubah seperti akses Dial-Up
· Akses bisa di mana saja, asal di daerah hotspot
· Murah, cepat dan fleksibel
· Memayungi banyak pengguna dalam satu hotspot.

Kekurangan:
· Untuk menggunakan WiFi kita harus ada di area yang dijangkau oleh WiFi atau istilahnya ‘hotspot’.
· Area jangkauan WiFi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok.
· Access Point lebih mudah disusupi virus
· Pertukaran data gampang disadap

WiMaX
WiMAX,(Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

Wimax bukanlah wifi

Spektrum Frekuensi WiMAX

Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.

Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.

Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.
Elemen Perangkat WiMAX

Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.
Base Station (BS)

Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:

NPU (networking processing unit card)
AU (access unit card)up to 6 +1
PIU (power interface unit) 1+1
AVU (air ventilation unit)
PSU (power supply unit) 3+1

Antena

Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Subscriber Station (SS)

Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
Teknologi WiMAX dan Layanannya

BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.

Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.
Tinjauan Teknologi

WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.

Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.

Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.

Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.

Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.
Manfaat dan Keuntungan

Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).

WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.

Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.

Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.

WiMax dan Wifi

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh WiFi (Wireless LAN), maka pengguna dapat melakukan koneksi ke jaringan (internet) secara mobile (wirelessly). Karakteristik tersebut sangat cocok dipakai oleh user di area perkantoran, rumah sakit, kampus, hotel , bandara maupun di perumahan.

- Aplikasi Backhaul

Untuk aplikasi backhaul maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain.

Backhaul WiMAX

Dalam konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX aplikasinya mirip dengan fungsi BTS sebagai repeater yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dari WiMAX.

Backhaul Hotspot

Pada umumnya, hotspot banyak menggunakan saluran ADSL sebagai backhaul-nya untuk menyambungkan ke sisi koneksi internet. Dengan keterbatasan jaringan kabel, maka WiMAX juga bisa dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot.

Backhaul Teknologi Lain

Sebagai backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler. Gambar berikut mengilustrasikan WiMAX untuk menghubungkan MSC/BSC ke BTS seluler.

- Akses Broadband

WiMAX dapat digunakan sebagai ”Last Mile” teknologi untuk melayani kebutuhan broadband bagi pelanggan. Dengan kemampuan lebih di sisi QoS (Quality of Service) maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk melayani pelanggan perumahan maupun bisnis dengan service yang berbeda.

- Personal Broadband

WiMAX sebagai penyedia layanan personal broadband, dapat dibedakan menjadi 2 pangsa pasar yaitu yang bersifat nomadic dan mobile. Gambaran detilnya sebagai berikut :

Nomadic

Untuk solusi nomadic, maka biasanya tingkat perpindahan dari user WiMAX tidak sering dan kalaupun pindah dalam kecepatan yang rendah. Perangkatnya pun biasanya tidak sesimpel untuk aplikasi mobile.

Mobile

Untuk aplikasi mobile, maka user WiMAX layaknya menggunakan terminal WiFi seperti notebook, PDA atau smartphone. Perpindahan/tingkat mobilitasnya sama dengan WiFi. Bedanya kalau menggunakan WiMAX maka digunakan WiMAX card yang dipasang di terminal. Gambar 2. mengilustrasikan WiMAX untuk aplikasi mobile.

Integrasi atau Overlay?

Bila dilihat dari penjelasan mengenai aplikasi WiFi dan WiMAX di atas, maka secara garis besar keduanya dapat diintegrasikan dan overlay (saling melapisi). Kalau integrasi berarti antara WiMAX dan WiFi akan saling mendukung. Keduanya akan saling bersinergi untuk melayani pelanggan yang lebih besar dan lebih banyak. Namun bila sifatnya overlay atau overlap dari sisi coverage, maka dapat difungsikan saling mendukung (bila satu operator) dan juga akan saling berlawanan bila berbeda operator.

Beberapa konfigurasi yang dapat diterapkan oleh operator WiMAX dan WiFi bila diantara keduanya diintegrasikan adalah sebagai berikut:

- Sebagai backhaul

Konfigurasinya ditunjukkan seperti pada Gambar 2. Jaringan WiFi akan menjadi lebih cost effective daripada perangkat WiFi untuk backhaul-nya. Dengan perpaduan 2 teknologi ini maka WiMAX difungsikan sebagai backhaul sedangkan WiFi tersambung langsung ke pelanggan (akses).


Gambar 1. WiMAX sebagai backhaul jaringan mesh WiFi (sumber: Intel)

- Sebagai Backhaul antar WiFi Mesh Network

Pada tahapan ini WiMAX sudah digunakan langsung sebagai bagian dari jaringan mesh WiFi. Subscriber Terminal (ST) dari WiMAX dipasangkan pada Access Point WiFi Mesh Network sehingga jaringan WiFi dengan sendirinya menjadi lebih reliable pada coverage area yang lebih luas dan mengurangi cost connection yang ditimbulkan dari penarikan kabel setiap pemasangan AP. Konfigurasinya diperlihatkan oleh Gambar 3. Solusi ini secara prinsip dapat meningkatkan performansi dan daya tahan (robust) dari jaringan WiFi.


Gambar 2. WiMAX sebagai backhaul antar jaringan mesh WiFi (sumber: Intel)

- Integrasi Penuh WiFi-WiMAX

Gambar 4. memperlihatkan kombinasi tahap selanjutnya antara WiFi dengan WiMAX. Komunikasi sudah dapat dilakukan sampai pada tingkat Client. Jangkauan WiMAX overlaping dengan jangkauan WiFi. Hal ini memberikan pilihan-pilihan layanan yang lebih baik, lebih fleksibel terhadap perubahan-perubahan jaringan dan memanjakan user dengan kemudahan hubungan sesuai dengan perangkat terminal yang dimiliki. Apalagi dengan implementasi dual AP radio (WiFi dan WiMAX), maka integrasi akan menjadi semakin mudah dan pembangunan jaringan juga bisa lebih cepat.



Gambar 3. Integrasi Penuh WiFi dan WiMAX (sumber: Intel)

Kombinasi kedua platform teknologi ini memberikan solusi yang sangat memadai, terutama untuk sistem komunikasi data yang selama ini masih menjadi kendala. Akses ke jaringan internet merupakan aplikasi yang diuntungkan. Berbagai inovasi bisa diciptakan seperti misalnya layanan internet gratis ke rumah-rumah, pelayanan hubungan pada komunitas-komunitas seni budaya, profesi-profesi sosial non profit, dan sebagainya.

Selain konsep integrasi seperti di atas, maka antara WiMAX dan WiFi juga dapat saling berebut pelanggan. Hal tersebut terjadi bila antara operator WiMAX dan WiFi berbeda dan saling melayani dalam suatu area yang sama. Aplikasi WiMAX sebagai personal broadband yang akan menimbulkan persaingan dengan WiFi.


Gambar . Deskripsi Area dengan Dua Jaringan sekaligus (WiMAX dan WiFi)

Dengan demikian maka bagi konsumen akan semakin dimudahkan, karena dapat melihat jaringan sesuai dengan kebutuhan. Ilustrasi di atas menggambarkan di notebook konsumen dimana nampak antara network (jaringan) WiFi (Hotspot) dengan WiMAX.

Bagi operator Hotspot, WiMAX dapat dijadikan untuk memudahkan penetrasi implementasi Hotspot. Disamping sebagai customer Loyalty juga akan menambah brand image bagi operator dimaksud. Akan tetapi bila operatornya berbeda maka mau tidak mau juga akan merebut pasar hotspot yang berbasis pada teknologi WiFi. Kualitas, harga, marketing, dan after sales service-lah yang akan menentukan ke mana pelanggan akan memilih.

Kesimpulan

Beberapa hal yang perlu disimpulkan dengan uraian di atas adalah sebagai berikut :

1. WiMAX dapat diaplikasikan untuk backhaul, akses broadband (wireless DSL) dan personal broadband sedangkan WiFi dapat untuk aplikasi privat maupun untuk publik (hotspot)

2.WiMAX dapat WiFi dapat diskenariokan untuk sinergi dan dapat juga saling mengancam bila dioperasikan oleh operator yang berbeda.

“WiMax adalah teknologi yang masih keluarga dengan Wi-Fi yaitu dengan protokol 802.16e yang artinya punya fungsi mirip Wi-Fi tetapi jangkauan WiMax bisa mencapai puluhan kilometer (sampai 50 km) dan lebih cepat (sampai 1 GB nantinya).”

WiMax sendiri sebenarnya bisa digunakan baik untuk CDMA atau GSM atau dengan kata lain sama saja seperti sebuah ponsel yang punya fitur Wi-Fi yang saat ini ada di ponsel jenis CDMA maupun GSM.
Arsitektur Wireless

Bagian berikut ini akan memberikan gambaran sederhana dari konsep wireless dan tata-nama untuk membantu pembaca memahami bagaimana WiMAX bekerja dan akan membantu pembaca dalam com-mengkomunikasikan dengan industri WiMAX.

Arsitektur Wireless: point-to-point dan point-to-multipoint

There are two scenarios for a wireless deployment: point-to-point and point-to-multipoint.

Ada dua skenario untuk penyebaran nirkabel: point-to-point dan point-to-multipoint.


Figure 7: Point-to point and point-to-multipoint configurations Gambar 7: Point-to point dan multipoint-to-point konfigurasi

Point-to-point (P2P) Point-to-point (P2P)

Point to point is used where there are two points of interest: one sender and one receiver. This is also a scenario for backhaul or the transport from the data source (data center, co-lo facility, fiber POP, Central Office, etc) to the subscriber or for a point for distribution using point to multipoint architecture. Backhaul radios comprise an industry of their own within the wireless industry. As the architecture calls for a highly focused beam between two points range and throughput of point-to point radios will be higher than that of point-to-multipoint products.

Titik ke titik yang digunakan di mana ada dua tempat menarik:. Satu sebagai pengirim dan satu sebagai receiver ini juga merupakan skenario untuk backhaul atau pengangkutan dari sumber data (data center, fasilitas co-lo, serat POP, Kantor Pusat, dll) untuk pelanggan atau untuk titik untuk distribusi menggunakan arsitektur point to multipoint. Backhaul radio terdiri dari sebuah industri mereka sendiri dalam industri nirkabel. Sebagai arsitektur panggilan untuk balok sangat terfokus antara dua rentang poin dan throughput point to point radio akan lebih tinggi daripada produk point-to-multipoint.

Point-to-Multipoint (PMP) Point-to-Multipoint (PMP)

As seen in the figure above, point-to-multipoint is synonymous with distribution. One base station can service hundreds of dissimilar subscribers in terms of bandwidth and services offered. Seperti yang terlihat dalam gambar di atas, point-to-multipoint adalah identik dengan distribusi Satu base station dapat melayani ratusan pelanggan berbeda dalam hal bandwidth dan jasa yang ditawarkan..

Line of sight (LOS) or Non-line of sight (NLOS)? Line of sight (LOS) atau Non-line of sight (NLOS)?


Figure 8: The difference between line of sight and non-line of sight Gambar 8: Perbedaan antara line of sight dan non-line of sight

Earlier wireless technologies (LMDS, MMDS for example) were unsuccessful in the mass market as they could not deliver services in non-line-of-sight scenarios. This limited the number of subscribers they could reach and, given the high cost of base stations and CPE, those business plans failed. WiMAX functions best in line of sight situations and, unlike those earlier technologies, offers acceptable range and throughput to subscribers who are not line of sight to the base station. Buildings between the base station and the subscriber diminish the range and throughput, but in an urban environment, the signal will still be strong enough to deliver adequate service. Given WiMAX’s ability to deliver services non-line-of-sight, the WiMAX service provider can reach many customers in high-rise office buildings to achieve a low cost per subscriber because so many subscribers can be reached from one base station.

Sebelumnya teknologi nirkabel (LMDS, MMDS misalnya) tidak berhasil di pasar massal karena mereka tidak bisa memberikan jasa dalam skenario non-line-of-sight ini jumlah terbatas pelanggan mereka bisa mencapai dan., Mengingat tingginya biaya BTS dan CPE, bisnis rencana tersebut gagal. fungsi WiMAX terbaik dalam garis pandang dan situasi, tidak seperti teknologi sebelumnya, menawarkan rentang yang dapat diterima dan throughput untuk pelanggan yang tidak saling berhadapan ke stasiun pangkalan Bangunan antara base station dan pelanggan berkurang. jangkauan dan throughput, tetapi di lingkungan perkotaan, sinyal masih akan cukup kuat untuk memberikan pelayanan yang memadai. Mengingat kemampuan WiMAX untuk memberikan layanan non-line-of-sight, penyedia layanan WiMAX dapat menjangkau banyak pelanggan dalam bertingkat tinggi kantor bangunan untuk mencapai biaya yang rendah per pelanggan karena begitu banyak pelanggan dapat dicapai dari satu stasiun pangkalan.

0 comments:

Post a Comment